FISIKA 91

Ini adalah blog kelas FISIKA angkatan '91.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sebagian kelas fisika '91

Pertemuan pada tanggal 9 Desember 2017.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sebagian kelas fisika '91

Kelas Fisika pada Reuni Angkatan '91 tanggal 31 Maret 2018.

Thursday, February 15, 2018

10 Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia ?

10 Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia

Baca juga :

Artikel ini tentu tidak bermaksud mengajak anda untuk mulai merokok atau meneruskan kebiasaan anda mengisap asap tembakau.
Tetapi adalah hak anda untuk percaya atau tidak bahwa nikotin dan zat-zat lain yang juga berasal dari alam dan berada di dalam rokok juga mempunyai kegunaan.
Pada artikel ini dilampirkan pula berita, info atau hasil riset secara saintifik dan ilmu pengetahuan. Namun nyaris semua di taken down / banned / dihapus yang di duga oleh pihal farmasi.
Perlu diketahui bahwa pihak perusahan farmasi dunia yang memperoduksi obat kimia dan perusahaan herbal dunia yang memproduksi obat alami, sedang “perang” untuk saling mengklaim mana yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Prologue:
Rokok (Cigarette) dan Kretek (Clove Cigar) adalah beda. Maksud dari rokok disini sejatinya adalah Kretek. Namun karena kretek kurang dikenal dunia secara global, maka di Indonesia kretek juga diartikan rokok. Padahal keduanya beda.
Rokok hanya dari tembakau (bahkan kertas rendaman tembakau) sedangkan kretek adalah resep leluhur dari racikan jamu yang dibakar untuk kemudian dihisap. Itu sebabnya, para leluhur zaman dulu jika batuk menghisap rokok yang berfungsi untuk meredakan batuk mirip in-healer pada masa kini.
Lagi pula dari jutaan perokok dan perokok pasif, kenapa yang terkena efeknya hanya kurang dari 2% saja? Itupun kebanyakan akibat dari rokok, dan bukan dari kretek. Banyak ilmuwan menyimpulkan bahwa penyakit termasuk kanker yang tadinya disimpulkan akibat efek perokok pasif, sebenarnya adalah akibat polusi udara secara global dan juga lemahnya kekebalan pada individu korban.

Anda pasti terkaget-kaget ketika membaca judul artikel ini. Sama seperti terkejutnya saya ketika pertama kali membaca dari sumbernya, Forces The Evidence Therapeutic Effects Of Smoking http://www.forces.org/evidence/evid/therap.htm (back-up link lain) (back-up link PDF).

Kita sadar informasi negatif tentang rokok dan kebiasaan merokok dijejalkan kepada kita sudah sejak lama. Sebagian besar menghubung-hubungkan dampak buruk asap rokok dan zat-zat yang terkandung di dalamnya terhadap kesehatan tubuh manusia.
Informasi tersebut diterima oleh masyarakat luas yang awam mengenai riset dan penelitian sebagai kebenaran mutlak yang tidak perlu diperdebatkan.
Sama persis pada masa lalu. Dulu, racun bisa ular sangat mematikan, tapi kini dapat digunakan untuk serum bahkan penyembuhan. Dulu, racun lebah sangat menyakitkan dan juga mematikan, tapi kini dapat sebagai penyembuh penyakit. Dulu cannabis (ganja) sangat dilarang, tapi kini dapat menjadi obat kanker.
Yang banyak dilupa oleh orang awam ialah, pertama, semua itu adalah ALAMI alias alam yang membuatnya ada, bukan kimia. Tapi apa yang terjadi? Masyarakat awam lebih mempercayai hasil kimiawi dibandingkan dengan yang alami.
Kedua, adanya racun yang masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan manjadikannya stimultan imunisasi pada tubuh manusia. Artinya, jika tubuh manusia diberikan racun atau zat yang merugikan tubuh, maka imunisasi manusia justru meningkat akibat melakukan perlawanan, maka manusia bisa lebih kebal.
Hal sederhana itu juga terjadi pada lingkungan kita, misalkan ada anak yang sangat sering dan suka bermain hujan-hujanan, ternyata anak itu jauh lebih kebal atau imune terhadap penyakit flu dan tak mudah sakit, dibanding dengan anak yang dimanja dan tak pernah bermain hujan-hujanan selama hidupnya. Tapi, memang itulah kenyataannya.
https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/92/Risks_form_smoking-smoking_can_damage_every_part_of_the_body.png/597px-Risks_form_smoking-smoking_can_damage_every_part_of_the_body.png
Smoking can damage every part of the body (wikipedia).
Informasi mengenai dampak buruk dan tak ada untungnya terhadap tembakau atau rokok selama hidup manusia memang diterima oleh masyarakat luas yang awam mengenai riset dan penelitian sebagai kebenaran mutlak.
Namun tidak demikian dengan para ilmuwan. Sesuai dengan bidang ilmunya, mereka mengadakan penelitian seputar dampak rokok dan merokok bagi kesehatan dengan berangkat dari dasar pemikiran yang netral.
Mereka mencoba menggali adakah manfaat zat-zat yang terdapat di dalam sebatang rokok untuk kesehatan manusia, yang selama ini sudah diberi stigma negatif secara luas.
Berikut beberapa riset yang menguak manfaat rokok bagi kesehatan manusia. Saya bukan seorang dokter atau peneliti bidang kesehatan, jadi pembahasan ilmiah tentang isi warta ini bisa diperdebatkan oleh para pakar sendiri.

1. Merokok Mengurangi Resiko Parkinson

Parkinsons
Merokok Mengurangi Resiko Parkinson
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa merokok melawan penyakit Parkinson. Sebuah penelitian terbaru menambah kuat bukti sebelumnya yang melaporkan bahwa merokok dapat melindungi manusia dari penyakit Parkinson.
Secara khusus, penelitian baru tersebut menunjukkan hubungan temporal antara kebiasaan merokok dan berkurangnya risiko penyakit Parkinson. Artinya, efek perlindungan terhadap Parkinson berkurang setelah perokok menghentikan kebiasaan merokoknya.
(sumber: Smoking lowers Parkinson’s disease risk http://www.data-yard.net/10v2/parkinson.htm (back-up link lain) (back-up link PDF)).
Studi lain mengenai pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Desease (PD) adalah sebuah penelitian terhadap 113 pasangan kembar laki-laki. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tanner terus melihat perbedaan yang signifikan ketika dosis dihitung sampai 10 atau 20 tahun sebelum diagnosis.
Mereka menyimpulkan bahwa temuan ini menyangkal pernyataan bahwa orang yang merokok cenderung memiliki PD.
(sumberSmoking and Parkinson’s disease in twins http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11865136 (back-up link lain) (back-up link PDF)). Selain itu, masih banyak penelitian yang lainnya mengenai kebiasaan merokok yang berguna melawan Parkinson.

2. Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari Serangan Jantung dan Stroke

heart-attack-vs-cardiac-arrest-vs-stroke
Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari Serangan Jantung dan Stroke
Penelitian besar menunjukkan manfaat lain merokok, yakni manfaat terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (cardiovaskular disease) atau ke otak (stroke). Perokok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat.
(sumber: Impact of Smoking on Clinical and Angiographic Restenosis After Percutaneous Coronary Intervention http://www.data-yard.net/34/circulation_2001_104_773.htm (back-up link lain) (back-up link PDF)).
Penelitian lain menyebutkan karbon monoksida dapat mengurangi Serangan Jantung(Myocardial infarction) dan Stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke.
Karbon monoksida menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya di pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan yang dekat antara karbon monoksida dengan oksida nitrat yang menjaga pembuluh darah tetap melebar dan mencegah penumpukan sel darah putih.
Baru-baru ini oksida nitrat telah ditingkatkan statusnya dari polutan udara biasa menjadi penghubung fisiologis terpenting kedua secara internal. Oleh karena itu tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secara paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dari cedera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung (cardiovascular blockage).
(sumber: The Carbon Monoxide Paradox http://www.data-yard.net/10b/cm.htm(back-up link lain) (back-up link PDF)).

3. Merokok mengurangi resiko penyakit “Susut Gusi” (Gingival recession) yang parah

Receding Gums susut gusi
Merokok mengurangi resiko penyakit “Susut Gusi” (Gingival recession) yang parah
Dulu disebutkan bahwa tembakau adalah akar semua permasalahan penyakit gigi dan mulut. Padahal sebuah studi telah menunjukkan bahwa sebenarnya perokok berisiko lebih rendah terhadap penyakit gusi seperti susut gusi atau Gingival recession.
(sumber: Smoking Does Not Increase Risk Of Receding Gums http://www.data-yard.net/10o/gums.htm (back-up link lain) (back-up link PDF)).

4. Merokok mencegah Asma dan penyakit karena Alergi lainnya

Allergic Conjunctivitis
Merokok mencegah Asma dan penyakit karena Alergi lainnya
Sebuah studi dari dua generasi penduduk Swedia menunjukkan dalam analisis multi variasi, beberapa anak dari para ibu yang merokok sedikitnya 15 batang sehari, cenderung memiliki peluang yang lebih rendah untuk menderita alergi rhino-conjunctivitis, allergic conjunctivitis (alergi pada membran mata), alergi asma, eksim atopik dan alergi makanan, dibandingkan dengan anak-anak dari para ibu yang tidak pernah merokok.
Penelitian sebelumnya telah memberikan hasil yang bertentangan mengenai dampak paparan asap tembakau pada sensibilization atopik.
Sebuah studi cross-sectional dari kebiasaan perokok dan mantan perokok dalam kaitannya dengan gangguan atopik dari data pada 6909 orang dewasa muda dan setengah baya (16-49 tahun) dan 4472 anak-anak (3-15 tahun) dari Swedish Survey of Living Conditions tahun 1996-97.
Hasil: Prevalensi asma alergi dan alergi rhino-konjungtivitis menurun, secara dosis-respons / dose-response manner (masing-masing P=0,03 dan P=0,004), dengan peningkatan paparan asap tembakau dalam penelitian pada populasi dewasa.
Anak-anak dari ayah yang merokok sedikitnya 15 batang rokok sehari memiliki kecenderungan yang sama.
(sumber: Does tobacco smoke prevent atopic disorders? A study of two generations of Swedish residents http://www.data-yard.net/30/asthma.htm (back-up link lain) (back-up link PDF)).

5. Nikotin membunuh kuman penyebab Tuberculosis (TB)

tubercolusis TBC
Nikotin membunuh kuman penyebab Tuberculosis (TB)
Suatu hari, Nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat Tubercolosis atau TBC yang susah diobati, kata seorang peneliti dari University of Central Florida (UCF).
Senyawa ini menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja, kata Saleh Naser, seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler di UCF. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa nikotin adalah zat yang menyebabkan orang menjadi kecanduan rokok.
(sumber: Shocker: ‘Villain’ nicotine slays TB http://www.data-yard.net/10c/nicotine.htm (back-up link lain) (back-up link PDF)).

6. Merokok mencegah Kanker Kulit yang langka

cancer cell
Merokok mencegah Kanker Kulit yang langka
Seorang peneliti pada National Cancer Institute berpendapat bahwa merokok dapat mencegah pengembangan kanker kulit yang menimpa terutama orang tua di Mediterania, wilayah Italia Selatan, Yunani dan Israel.
Bukan berarti merokok disarankan untuk populasi itu, kata Dr James Goedert, namun yang penting adalah merokok tembakau dapat membantu untuk mencegah kanker yang langka bentuk. Dan ini adalah sebuah pengakuan dari peneliti di National Cancer Institute bahwa ada manfaat dari rokok.
Goedert yang bergabung di American Association for Cancer Research (AACR) mengatakan bahwa ia tetap tidak akan merekomendasikan merokok, bahkan kepada anggota populasi yang telah diteliti.
“Studi ini menunjukkan merokok menghasilkan risiko lebih rendah penderita penyakit langka yang jarang dan berakibat fatal,” katanya ringkas.
(sumber: Smoking Cuts Risk of Rare Cancer http://www.data-yard.net/10b/kaposi.htm (back-up link lain tidak ditemukan)).

7. Merokok mengurangi resiko terkena Kanker Payudara

cancer cell 2
Merokok mengurangi resiko terkena Kanker Payudara
Sebuah penelitian baru dalam jurnal dari National Cancer Institute (20 Mei 1998) melaporkan bahwa pembawa mutasi gen tertentu (yang cenderung sebagai pembawa kanker payudara).
Jika seorang wanita merokok hingga 4 pak tahunpengurangan adalah 35 persen, untuk 4 pak atau lebih per tahun, pengurangan adalah 54 persen“, ujar Jean-Sebastien Brunet, pemimpin studi yang telah dipublikasikan pada Journal of the National Cancer Institute. 
Yang merokok selama lebih dari 20 pak per tahun (yaitu, jumlah pak per hari dikalikan dengan jumlah lamanya tahun merokok) menurut statistik ternyata mengalami penurunan signifikan sebesar 54 persen dalam insiden kanker payudara bila dibandingkan dengan pembawa yang tidak pernah merokok. Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah bahwa penurunan insiden melebihi ambang 50 persen.

8. Nitrat Oksida dalam Nikotin mengurangi Radang Usus Besar

radang usus besar
Nitrat Oksida dalam Nikotin mengurangi Radang Usus Besar
Nikotin mengurangi aktivitas otot melingkar, terutama melalui pelepasan nitrat oksida, dalam kasus ulcerative colitis (UC) atau radang usus. Temuan ini dapat menjelaskan beberapa terapi manfaat dari nikotin (dan merokok) terhadap UC dan dapat menjelaskan mengenai disfungsi penggerak kolon pada penyakit aktif.
(sumber: Nitric oxide mediates a therapeutic effect of nicotine in ulcerative colitishttp://www.data-yard.net/22/ncbi.htm (back-up link lain) (back-up link PDF)).

9. Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome

Down_syndrome
Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome
Sebuah penelitian mengenai pengaruh rangsangan nikotin-agonis dengan 5 mg jaringan kulit implan lebih baik bahkan jika dibandingkan dengan plasebo (obat kontrol), pada kinerja kognitif pada lima orang dewasa dengan gangguan kinerja kognitif (berfikir).
Perbaikan kemungkinan berhubungan dengan perhatian dan pengolahan informasi yang terlihat pada pasien Down Syndrom dibandingkan dengan kontrol kesehatan lainnya. (sumber: Effects of transdermal nicotine on cognitive performance in Down’s syndrome http://www.data-yard.net/13/tlj.htm (back-up link lain (PDF)) atau (back-up link lain (PDF))
Down syndrome adalah penyakit yang disebabkan adanya kelainan pada kromosom 21 pada pita q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down.

10. Merokok baik bagi ibu hamil untuk mencegah Hipertensi di masa kehamilan dan penularan ibu-anak infeksi Helicobacter pylori

pre eclampsia
Merokok baik bagi ibu hamil untuk mencegah Hipertensi di masa kehamilan dan penularan ibu-anak infeksi Helicobacter pylori
Konsentrasi urin cotinine (tembakau yang bermetabolis di dalam tubuh) mengkonfirmasi berkurangnya risiko Preeklamsia dengan paparan tembakau Eksposur. Pre-eklamsia adalah kondisi medis di mana hipertensi muncul dalam kehamilan (kehamilan dengan hipertensi) yang bekerjasama dengan sejumlah besar protein dalam urin.
Pre-eklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema).
Pre-eklampsia dialami oleh ibu yang sedang hamil, terutama para ibu muda yang baru pertama kali hamil. Penyebab pasti pre-eklampsia belum diketahui, sehingga masih sulit untuk dicegah kemunculannya.
Jika pre-eklampsia bertambah parah pada masa kehamilan, maka akan menyebabkan eklampsia yang dapat berujung pada kematian. Studi ini, meskipun kecil, menunjukkan salah satu manfaat dari merokok selama kehamilan.
“Temuan ini, diperoleh dengan menggunakan uji laboratorium, mengkonfirmasi penurunan risiko preeklamsia berkembang dengan paparan tembakau (Am J Obstet Gynecol 1999;. 181:1192-6.).
(sumber: Urinary cotinine concentration confirms the reduced risk of preeclampsia with tobacco exposurehttp://www.data-yard.net/2/13/ajog.htm (back-up link lain) (back-up link PDF),
the power of tobacco tembakau
Sebuah penelitian lain menemukan hubungan terbalik yang kuat antara ibu yang merokok dan infeksi Helicobacter pylori di antara anak-anak prasekolah, di mana ditunjukkan kemungkinan bahwa penularan ibu-anak berupa infeksi mungkin kurang efisien jika ibu merokok.
Untuk mengevaluasi hipotesis ini lebih lanjut, dilakukan studi berbasis populasi di mana infeksi H. pylori diukur dengan 13C-urea breath test (tes kandungan urea pada nafas) dalam 947 anak-anak prasekolah dan ibu-ibu mereka.
Kami memperoleh informasi rinci tentang faktor-faktor risiko potensial untuk infeksi, termasuk ibu merokok, dengan menggunakan kuesioner standar.
Secara keseluruhan, 9,8% (93 dari 947) dari anak-anak dan 34,7% (329 dari 947) dari ibu-ibu telah terinfeksi. Prevalensi (rasio jumlah kejadian penyakit dengan unit pada populasi beresiko) infeksi jauh lebih rendah di antara anak-anak dari ibu yang tidak terinfeksi (1,9%) dibandingkan pada anak-anak dari ibu yang terinfeksi (24,7%).
Ada hubungan terbalik yang kuat infeksi anak-anak dengan ibu yang merokok (odds ratioatau penyimpangan disesuaikan = 0,24; interval kepercayaan 95% = 0,12-0,49) di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi, tetapi tidak di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi. Hasil ini mendukung hipotesis dari peran utama untuk penularan ibu-anak berupa infeksi H. pylori, yang mungkin menjadi kurang efisien jika si ibu merokok.
(sumber: Forces The Evidence Smoking, Pregnancy, And Reproduction http://www.forces.org/evidence/evid/preg.htm)
Riset-Riset Yang Tak Pernah Dipublikasikan Secara Luas
Illuminati Card - Tobacco Companies
Barangkali anda mencurigai bahwa riset-riset yang telah disebutkan diatas tersebut didanai oleh perusahaan rokok.
Tapi riset-riset ini ternyata justru tidak pernah dipublikasikan secara meluas, kalau memang bertujuan mendukung promosi rokok.
Sedangkan informasi ilmiah mengenai bahaya merokok sudah kita ketahui sangat dominan dipublikasikan.
Sebetulnya apapun itu tetap mempunyai dua sisi yang berbeda, dan propaganda anti-rokok inilah yang juga perlu dicurigai sebagai upaya mendongkrak penjualan obat-obatan dari perusahaan farmasi.
Demikianlah artikel yang menguak temuan-temuan para peneliti dan ilmuwan tentang rokok dalam sisi yang berbeda dari sekian banyak artikel yang dominan.
Namun sekali lagi untuk sedekar mengingatkan, bahwa artikel ini tentu tidak bermaksud mengajak anda untuk mulai merokok atau meneruskan kebiasaan anda mengisap asap tembakau.
Tetapi adalah hak anda untuk percaya atau tidak bahwa nikotin dan zat-zat lain yang juga berasal dari alam dan berada di dalam rokok juga mempunyai kegunaan. Wallahua’lam. (©2004 IndoCropCircles.com)
Daftar Pustaka:
Dari info yang kami terima bahwa beberapa daftar pustaka, abstraksi dan literatur dari hasil penelitian oleh para ilmuwan berikut ini sudah dipaksa untuk ditutup, terutama dari link: http://www.data-yard.net .
Maka kami berusaha untuk mencari backup-nya. Jika tautan berikut sudah mati (dead link), coba klik back-up link lain, atau jika sudah dihapus juga, cobalah untuk meng-copy & paste nama ilmuwan berikut judul dari penelitiannya, kemudian carilah di Google.
3. Parkinson’s Institute, Sunnyvale, CA 94089, USA. ctanner@parkinsoninstitute.orgSmoking and Parkinson’s disease in twins (back-up link lain) (back-up link PDF)
4. David J. Cohen, MD, MSc; Michel Doucet, MD;; Donald E. Cutlip, MD; Kalon K.L. Ho, MD, MSc; Jeffrey J. Popma, MD; Richard E. Kuntz, MD, MSc, Impact of Smoking on Clinical and Angiographic Restenosis After Percutaneous Coronary Intervention (back-up link lain) (back-up link PDF)
5. Neil Sherman, HealthScout Reporter, The Carbon Monoxide Paradox (back-up link lain) (back-up link PDF)
6. David Loshak, Journal of Clinical Periodontology, Smoking Does Not Increase Risk Of Receding Gums (back-up link lain) (back-up link PDF)
7. Hjern A, Hedberg A, Haglund B, Rosen M., Department of Clinical Sciences, Huddinge University Hospital, Karolinska Institutet, Stockholm, Centre for Epidemiology, National Board of Health and Welfare, Stockholm and Department of Public Health and Clinical Sciences, Umea University, Umea, Sweden, Does tobacco smoke prevent atopic disorders? A study of two generations of Swedish residents (back-up link lain) (back-up link PDF)
8. Robyn Suriano, Sentinel staff writer via University of Central Florida, Shocker: ‘Villain’ nicotine slays TB (back-up link lain) (back-up link PDF)
9. Dr. James Goedert, National Cancer Institute, Bethesda, Md via United Press InternationalSmoking Cuts Risk of Rare Cancer (back-up link lain tidak ditemukan)
10. Dr. John A. Baron of Dartmouth Medical School and Dr. R. W. Haile of the University of Southern California, via Paul Recer, AP Science Writer, Cigarettes May Have an Up Side (back-up link lain (PDF)) (back-up link PDF)
11. Green JT, Richardson C, Marshall RW, Rhodes J, McKirdy HC, Thomas GA, Williams GT, via Department of Gastroenterology, University Hospital of Wales, Cardiff, UK; Department of Surgery, University Hospital of Wales, Cardiff, UK; Department of Pharmacology and Therapeutics, University of Wales College of Medicine, Cardiff, UK; Dep., Nitric oxide mediates a therapeutic effect of nicotine in ulcerative colitis (back-up link lain) (back-up link PDF)
12. Rainer Seidl MD, Monika Tiefenthaler MSc, Prof. E Erwin Hauser MD, Prof. Gert Lubec FRSC, via Department of Pediatrics, University of Vienna, Austria, Effects of transdermal nicotine on cognitive performance in Down’s syndrome (back-up link lain (PDF)atau (back-up link lain (PDF))
13.  Kristine Y. Lain, MD, Robert W. Powers, PhD, Marijane A. Krohn, PhD, Roberta B. Ness, MD, MPH, William R. Crombleholme, MD, James M. Roberts, MD, via: Pittsburgh, Pennsylvania, Urinary cotinine concentration confirms the reduced risk of preeclampsia with tobacco exposure (back-up link lain) (back-up link PDF)
15. Wikipedia, Down syndrome
16. Wikipedia, Health effects of tobacco

https://i1.wp.com/www.answer-my-health-question.info/images/smoking-and-health-problems-4.jpg
https://indocropcircles.files.wordpress.com/2014/06/10a36-lung.jpg
https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2a/Female_Smoking_by_Country.png/640px-Female_Smoking_by_Country.png
Percentage of females smoking any tobacco product (wikipedia)
https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1b/Male_Smoking_by_Country.png/640px-Male_Smoking_by_Country.png
Percentage of males smoking any tobacco product. Note that there is a difference between the scales used for females and the scales used for males. (wikipedia).
manfaat rokok bagi kesehatan banner

Videos:
Baca juga :

Manfaat Jengkol



Baca juga : 



Manfaat jengkol belum banyak diketahui oleh masyarakat umum, sangat sayang, 
padahal sayuran ini cukup ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh. Jengkol menjadi 
salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia karena teksturnya yang empuk 
bila dimasak dengan benar dan rasanya yang sangat khas. Jengkol sering 
dihidangkan sebagai lauk atau menu utama. Kini semakin kreatifnya masyarakat kita, 
jengkol pun kini dapat diolah sebagai camilan. Sebut saja keripik jengkol. Aroma 
jengkol memang sangat tajam.

Manfaat jengkol bagi kesehatan sudah tidak diragukan lagi, namun sayangnya tidak 
banyak orang yang tahu. Berikut  beberapa manfaat jengkol bagi kesehatan:jengkol 
Namun tahukah anda dibalik tajamnya aroma jengkol, Jengkol memiliki banyak 
manfaat untuk kesehatan tubuh.

1. Pembentukan Jaringan Tubuh
Kandungan protein yang tinggi pada jengkol dapat membantu pembentukan jaringan 
dalam tubuh. kandungan protein pada jengkol ternyata jauh lebih banyak bila 
dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang hijau dan kacang keledai.

2. Mencegah Anemia
Jengkol juga kaya akan zat besi di mana zat besi ini sangat berperan untuk 
mencegah dan mengatasi kurangnya produksi sel-sel darah merah dalam tubuh. 
Anda pastinya tahu bahwa bila tubuh kekurangan zat besi, produksi sel-sel darah 
merah akan berkurang. Akibatnya suplai oksigen dan zat-zat makanan yang 
dibutuhkan oleh seluruh sel dalam tubuh juga akan berkurang.
Efek dari kurangnya suplai oksigen dan zat-zat makanan  pada sel akan menurunkan 
fungsi/ kinerja sel. Tak heran jika seseorang mengalami kekurangan zat besi, ia akan 
terlihat lemas, mudah lelah, dan tidak bersemangat. Nah, bagi anda para wanita,  
mengkonumsi jengkol saat sedang menstruasi sangat dianjurkan agar tubuh anda 
tidak kekurangan zat besi akibat banyaknya darah menstruasi yang keluar tubuh.

3. Mencegah Tulang Keropos / Memperkuat tulang dan gigi
Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain yang ada di dalam jengkol adalah 
kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh tulang. 
Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang keropos (osteoporosis). Jadi, sering 
mengkonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup dapat membuat tulang pada tubuh 
anda menjadi lebih kuat.

4. Basmi Radikal Bebas
Jengkol mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin 
B2, dan vitamin C. Vitamin A bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata dan dapat 
meningkatkan ketajaman indera penglihatan. Vitamin A dan vitamin C juga berperan 
sebagai zat antioksidan. Manfaat antioksidan dikenal ampuh menangkal zat-zat 
radikal bebas penyebab penyakit kanker.

5. Mengatasi penyakit jantung koroner
Jengkol merupakan bahan makanan yang bersifat diuretic (pembuangan urine 
menjadi lancar).  Pembuangan urine yang lancar sangat baik untuk para penderita 
penyakit jantung.

6. Merampingkan perut
Jangan salah ya, jengkol juga dapat membantu merampingkan perut yang buncit. 
Kandungan seratnya yang tinggi dapat melancarkan BAB sehingga secara tidak 
langsung membuat perut langsing. Salah satu penyebab buncitnya perut pada 
seseorang adalah karena buang air besar yang tidak lancar dan tidak teratur.

7. Mencegah diabetes
Hebatnya lagi, jengkol dapat mencegah timbulnya penyakit diabetes. Mengapa? Di 
dalam buah jengkol terdapat zat yang tidak ditemukan pada bahan-bahan makanan 
lainnya. Zat tersebut dinamakan zat asam jengkolat. Asam jengkolat ini berupa 
kristal-kristal yang tidak larut oleh air. Karena sifat diuretic inilah jengkol sangat tidak 
dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anda para penderita gangguan ginjal. 
Dikhawatirkan ginjal tidak akan mampu menyaring asam jengkolat pada buah jengkol. 
Akibat ginjal tidak mampu menyaring asam jengkolat adalah sulit berhentinya buang 
air kecil (anyang-anyangan).

8. Mengatasi masalah penyempitan pembuluh darah
Penderita penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga darah 
yang  mengalir menuju jantung menjadi tidak lancar. Kandungan mineral pada jengkol 
ternyata dapat melebarkan pembuluh darah yang menyempit serta mencegah 
pembuluh darah menyempit kembali. Nah, agar khasiat jengkol menjadi optimal, 
sebaiknya anda tidak memasak jengkol terlalu matang (overcooked).

9. Mengatasi sembelit pada ibu hamil
Ibu hamil biasanya sering mengalami sembelit. Kandungan serat pada jengkol dapat 
mengatasi masalah sembelit. Dengan kata lain, serat pada jengkol membantu 
melancarkan pencernaan dan buang air besar. Namun tetap jangan terlalu banyak 
mengkonsumsi jengkol ya. Konsumsilah jengkol sesuai dengan jumlah yang 
dianjurkan.

10. Pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam kandungan
Jengkol juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih 
dalam kandungan. Pertumbuhan tulang dan gigi dapat berjalan optimal berkat 
kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi pada buah jengkol.

11. Jengkol dapat menstabilkan organ-organ penting dalam tubuh
Organ-organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil bila tubuh 
terpenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B6. Berbeda situasinya jika tubuh 
kekurangan asam folat dan vitamin B6. Tak heran jika ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan asam folat demi perkembangan janinnya. 
Salah satu contoh makanan yang kaya akan asam folat adalah jengkol. Namun sekali 
perlu diingat bahwa konsumsilah jengkol secukupnya saja. Jangan terlalu berlebihan 
karena konsumsi jengkol yang berlebihan akan kurang baik efeknya untuk organ ginjal.

12. Mencegah kecacatan pada bayi
Kandungan asam folat pada jengkol juga dapat mencegah kecacatan bawaan pada 
bayi.

13. Mengontrol kadar gula darah
Manfaat lainnya dari buah jengkol adalah dapat mengontrol kadar gula darah 
sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh anda para penderita diabetes. Jengkol 
mengandung zat gula yang ‘bersahabat’ dengan para penderita diabetes. Zat gula 
pada jengkol merupakan zat gula yang paling mudah diurai sehingga aman untuk 
penderita diabetes.Berbeda dengan zat gula pada bahan makanan lainnya seperti 
makanan-makanan yang mengandung karbohidrat. Zat gula yang mudah terurai 
pada jengkol ini kemudian akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Alhasil, stamina 
tubuh pun akan meningkat. Proses penguraian zat gula yang sempurna tidak akan 
menimbulkan timbunan  gula darah di dalam tubuh.

14. Zat Antioksidan bermanfaat menjaga kesehatan jantung
Seperti yang sudah disebutkan di atas, jengkol mengandung zat antioksidan yang 
sangat baik untuk kesehatan tubuh. Demikian juga dengan kesehatan jantung. Toksin 
atau racun dalam tubuh akan sulit masuk ke dalam tubuh, khususnya jantung, berkat 
perlindungan yang diberikan oleh zat antioksidan ini. Segala sesuatu yang 
menghambat aliran darah dalam pembuluh darah juga akan hilang oleh zat yang 
terkandung pada jengkol. Aliran darah pun akan menjadi lebih lancar dan jantung 
pun akan berfungsi dengan baik dan optimal.

Semoga informasi seputar manfaat jengkol bagi kesehatan ini bermanfaat untuk 
anda para pembaca. Pastikan anda menjaga kesehatan tubuh anda dengan cara 
memperhatikan asupan nutrisi anda serta berolahraga secara teratur. Selektiflah 
dalam mengkonsumsi makanans. Meski jengkol identik sebagai makanan biasa, 
ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Benar begitu?

Kontraindikasi Jengkol
Tapi ingat ya bagi anda penderita gangguan organ ginjal, sebaiknya tidak 
mengkonsumsi jengkol karena akan semakin memperburuk kondisi organ ginjal 
anda. Mengkonsumsi jengkol pun perlu dibatasi, yaitu hanya 3 hingga 10 gram saja 
per hari. Porsi ini adalah takaran yang pas untuk anda yang ingin tetap sehat meski 
mengkonsumsi jengkol setiap hari.

Baca juga : 

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share